Lirik lagu SS ada disini ! klik ajah judul entrinya ..
Minggu, 08 November 2009
ROKOK RUSAK SPERMA
KapanLagi.com - Punya teman atau pacar yang ga bisa lepas dari rokok? Ga tahu lagi bagaimana cara menghentikan kebiasaan buruk mereka? Bagaimana jika Anda mulai mengatakan pada mereka bahwa rokok bisa menurunkan kualitas sperma bahkan merusak sperma.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Kanada menyebutkan satu lagi alasan untuk tidak merokok, karena rokok terbukti bisa merusak sperma dan mewariskan kerusakan genetik dari seorang ayah ke anaknya.
Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (03/06), studi yang dilakukan pada tikus ini menunjukkan bahwa rokok menyebabkan perubahan DNA pada sel sperma, di mana mutasi seperti itu diketahui bersifat permanen.
""Jika diwariskan, mutasi ini menunjukkan perubahan yang tidak dapat dikembalikan seperti semula dari komposisi genetiknya," jelas Carole Yauk dari Divisi Penanganan Racun dan Kesehatan Lingkungan Kanada, yang memimpin penelitian.
"Sebelumnya telah diketahui bahwa ibu hamil yang merokok bisa mencederai janin yang dikandungnya, dan di sini kami menunjukkan fakta bahwa seorang ayah pun secara potensial bisa merusak calon penerusnya bahkan sebelum bertemu pasangannya," tambah Yauk yang menulis hasil penelitiannya di Jurnal Penelitian Kanker.
Yauk dan rekannya meneliti sel yang memproduksi sperma tikus yang secara kontinyu dipapar dengan asap rokok selama enam atau 12 minggu, dan seluruh mamalia terus melanjutkan memproduksi sperma.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa terjadi mutasi sebanyak 1,7 kali pada sel DNA tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan pada tikus yang tidak terpapar asap rokok setelah 12 minggu, dan 1,4 kali mutasi setelah enam minggu.
"Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kerusakan tergantung pada lamanya durasi terpapar asap rokok, jadi semakin lama Anda merokok maka akumulasi mutasi akan makin besar dan makin besar potensi dampaknya pada sel sperma Anda," terang Yauk.
Dalam sebuah penelitian lain juga menyebutkan hampir sebagian besar pria yang menjalani program bayi tabung adalah perokok. Lebih dari itu, studi juga mencatat bahwa suami perokok memiliki kemampuan lebih rendah untuk menghamili isterinya daripada suami yang tak merokok.
Nah, bagaimana dengan Anda? Masikah menjadikan rokok salah satu bagian dari gaya hidup Anda, atau sudah mulai berpikir untuk berhenti merokok? Jika Anda sayang kesehatan, ayo berhenti merokok!
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Kanada menyebutkan satu lagi alasan untuk tidak merokok, karena rokok terbukti bisa merusak sperma dan mewariskan kerusakan genetik dari seorang ayah ke anaknya.
Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (03/06), studi yang dilakukan pada tikus ini menunjukkan bahwa rokok menyebabkan perubahan DNA pada sel sperma, di mana mutasi seperti itu diketahui bersifat permanen.
""Jika diwariskan, mutasi ini menunjukkan perubahan yang tidak dapat dikembalikan seperti semula dari komposisi genetiknya," jelas Carole Yauk dari Divisi Penanganan Racun dan Kesehatan Lingkungan Kanada, yang memimpin penelitian.
"Sebelumnya telah diketahui bahwa ibu hamil yang merokok bisa mencederai janin yang dikandungnya, dan di sini kami menunjukkan fakta bahwa seorang ayah pun secara potensial bisa merusak calon penerusnya bahkan sebelum bertemu pasangannya," tambah Yauk yang menulis hasil penelitiannya di Jurnal Penelitian Kanker.
Yauk dan rekannya meneliti sel yang memproduksi sperma tikus yang secara kontinyu dipapar dengan asap rokok selama enam atau 12 minggu, dan seluruh mamalia terus melanjutkan memproduksi sperma.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa terjadi mutasi sebanyak 1,7 kali pada sel DNA tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan pada tikus yang tidak terpapar asap rokok setelah 12 minggu, dan 1,4 kali mutasi setelah enam minggu.
"Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kerusakan tergantung pada lamanya durasi terpapar asap rokok, jadi semakin lama Anda merokok maka akumulasi mutasi akan makin besar dan makin besar potensi dampaknya pada sel sperma Anda," terang Yauk.
Dalam sebuah penelitian lain juga menyebutkan hampir sebagian besar pria yang menjalani program bayi tabung adalah perokok. Lebih dari itu, studi juga mencatat bahwa suami perokok memiliki kemampuan lebih rendah untuk menghamili isterinya daripada suami yang tak merokok.
Nah, bagaimana dengan Anda? Masikah menjadikan rokok salah satu bagian dari gaya hidup Anda, atau sudah mulai berpikir untuk berhenti merokok? Jika Anda sayang kesehatan, ayo berhenti merokok!
JIKA BENAR MENCINTAI, BUATLAH DIA MERASA SANGAT DIBUTUHKAN OLEH ANDA

Di Bulan September, saya pindah kerja di sebuah perusahaan. Meja kerjanya disekat semua, jadi tidak bisa kelihatan satu sama lainnya. Tapi jika orang di sebelah sedang bicara di telepon akan terdengar sangat jelas.
Rekan sejawat yang duduk di sebelah kiri saya kelihatannya adalah seorang pria yang sangat ‘lengket’ dengan istrinya.
“Istriku, malam ini saya ingin makan daging kecap”, katanya suatu hari.
“Istriku, kemejaku yang warna abu – abu dengan motif kotak – kotak apa sudah disetrika? Besok baju itu akan aku pakai”, katanya lagi di lain kesempatan.
“Istriku, saya lagi pingin makan kue bawang buatanmu”, katanya di kesempatan yg lain lagi.
Suara yang sengaja direndahkan, tanpa diduga justru menjadi sangat lembah lembut. Diam-diam saya tertawa dalam hati, pria tersebut sedang bermanja-manja dengan istrinya. Jika seorang pria berkelakuan seperti seorang anak kecil yang minta dimanjakan, wanita dipastikan akan mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.
Tak dapat dihindari, secara diam-diam saya mulai memperhatikannya. Dia adalah seorang pria paruh baya yang sangat biasa. Walaupun dalam karirnya tidak ada sesuatu prestasi yang menonjol, namun kehidupan dalam keluarganya bisa dipastikan dikelolanya dengan sangat sukses. Istrinya pastilah seorang wanita yang bertipe keibuan.
Dia sangat rajin menelepon istrinya, pembicaraannya selalu sambung menyambung dan tak pernah terputus, dan pada akhir kalimat ia selalu mengajukan permintaan, yang meminta istrinya untuk mengerjakan ini dan itu. Sungguh-sungguh seperti seorang pria yang sangat dimanjakan. Pada saat jam kerja, tiba-tiba terpikirkan olehnya untuk segera mengangkat telepon dan menelepon istrinya. Jika dilihat dari mimik wajahnya selagi menelepon, bisa dilihat bahwa selama ini istrinya tidak pernah menolak terhadap apa pun permintaannya yang sangat rinci, sebaliknya justru dilakukannya dengan senang hati.
Setelah akrab, saya menertawainya, “Bapak sungguh keren, telah mempersunting seorang istri yang berbudi luhur.” Dia ikut tertawa, “Benar, benar…” Suatu hari minggu, saya ke rumah sakit untuk mengambil obat karena saya sakit tenggorokan. Di luar dugaan saya telah bertemu dengan pria itu dan istrinya. Ternyata istrinya bukanlah tipe seorang wanita cerdik dan cekatan seperti yang selama ini saya bayangkan. Sebaliknya dia adalah seorang yang kurus lemah, lesu bagai pesakitan. Setelah menyapa dengan sopan, ia memapah istrinya dengan sangat hati-hati lalu berjalan pergi. Dokter yang melayani saya mengenal mereka, dokter tersebut pun berkata, “Istrinya telah mengi-dap kanker selama dua tahun, waktu mereka mendapati kenyataan ini kanker tersebut sudah sampai pada tahap akhir, sisa waktu hidupnya hanya tinggal 1/2 tahun saja. Untung tekadnya untuk bertahan hidup sangat kuat. Di luar dugaan istrinya berhasil bertahan melewati dua tahun, tapi tubuhnya kian hari kian parah, tidak tahu ia masih dapat bertahan berapa lama lagi.” Dokter menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepa-la, hati saya terbenam.
Sejak saat itu, jika mendengar beliau menelepon, di dalam hati saya ada semacam amarah yang sulit untuk dibendung. Pria ini sungguh keterlaluan, istrinya sudah sakit sedemikian parah, dia masih setiap hari memerintah istrinya untuk bekerja, apakah hati pria ini sedemikian kasarnya, atau memang keras seperti batu?
Dengan pena merah ia membuat bulatan pada suatu tanggal di kalender. Beliau berkata, “Ulang tahun istri saya yang ke 35 akan segera tiba.” Dia meminta saya untuk memberi ide, apa sebaiknya yang akan diberikan pada istrinya sebagai hadiah ulang tahun.
Bunga mawar, kue ulang tahun, uhh… Terlalu kuno, tidak ada ide yang baru. Cincin berlian, jangan… Tidak cukup uang untuk membelinya, ia mempertimbangkan dengan serius. Saya akhirnya tidak dapat menahan diri lagi, sebuah ucapan menerjang keluar dari mulut, “Anda ini, apa pun tidak perlu diberikan, mulai saat ini jangan lagi menyuruh-nyuruh istri anda, biarkan saja istri anda melewati hari-harinya dengan santai, itu sudah cukup.”
Beliau menolak sambil tertawa, “Mana bisa begitu. Dia adalah istri saya, kalau saya tidak menyuruhnya, lalu saya harus menyuruh siapa lagi?”
“Istri anda akan segera tiba ajalnya, dan anda masih menyuruhnya mengerjakan ini dan itu, anda ini lelaki atau bukan? Masih adakah kasih sayang anda terhadap istri anda?” Di dalam ekspresi mata saya yang penuh dengan hinaan, lelaki yang ada di depan saya ini sungguh berwajah sangat menyebalkan.
Senyuman yang terdapat di wajahnya sirna perlahan-lahan, lalu ia berkata dengan perlahan, “Apakah anda merasa bahwa hanya dengan berkorban demi seseorang barulah dapat dikatakan cinta? Sebenarnya menuntut seseorang melakukan sesuatu juga merupakan suatu wujud cinta. Tak lama setelah saya tahu istri saya sakit, yang saya pikirkan adalah waktunya di dunia ini sudah tidak lama lagi, biar bagaimana pun juga saya tidak mau ia bekerja keras demi aku. Saya melarangnya melakukan pekerjaan rumah apa pun, saya hanya berpikir agar ia dapat makan yang enak, pergi pesiar ke tempat-tempat yang diinginkannya, dan bisa beristirahat dengan baik. Akan tetapi keadaan tubuhnya kian hari kian buruk. Istri saya berkata pada saya, bahwa ia merasakan bahwa hidup seperti seseorang yang tidak berguna sama sekali tidak ada artinya baginya untuk terus hidup, akan lebih baik untuk pergi lebih cepat. Saya katakan bahwa saya tidak akan membiarkannya pergi, saya masih belum puas menikmati daging kecap buatannya. Sejak saat itu saya menuntutnya seperti biasa, memintanya untuk mengerjakan ini dan itu bagi diri saya, air mukanya perlahan-lahan kelihatan menjadi lebih segar. Sejak saat itulah saya baru memahami, mencintai seseorang, bukan hanya memberikan (berkorban), tapi juga harus saling membutuhkan.”
“Maka dari itu saya mengatakan pada istri saya, saya minta dia untuk menyetrika kemeja saya, saya ingin minum sup buatannya. Tahukah anda apa kata istri saya? Disaat ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, ia pun tetap akan memasak beberapa macam masakan kesukaan saya untuk disimpan di dalam lemari es. Merasa dibutuhkan oleh seseorang adalah merupakan suatu kebahagiaan tersendiri. Saya hanya memikirkan bagaimana saya dapat memuaskan kebahagiaan yang didambakan istri saya itu. Mengertikah anda? Karena mencintai, maka akan selalu saling menuntut. Jika mencintai seseorang, berilah kesempatan kepadanya agar bisa mencintai anda.”
Suaranya agak terisak. Dan saya, sampai saat itu, baru mengerti cara untuk menyatakan cinta dari sisi yang berbeda. Akhirnya saya memahami, jika benar – benar mencintai seseorang, maka seharusnya anda dapat membuatnya merasa bahwa dirinya sangat dibutuhkan oleh anda, beri dia kesempatan untuk mencintai anda. (anonim/The Epoch Times/lin)
Langganan:
Postingan (Atom)


